MUBA//medialensasumatera.com
Marak nya aktivitas tambang sumur minyak ilegal drilling tampak berjejer di sepanjang jalan area PT hindoli sehingga menganggu aktivitas karyawan untuk melakukan kegiatan panen sawit.
Belum lama berselang beberapa hari yang lalu kebakaran sumur minyak ilegal drilling di area lahan PT Hindoli Kecamatan keluang, Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Namun kebakaran kembali lagi terjadi pada kamis kamis malam Jum’at ( 30,01,2025) namun kali ini sumur minyak Illegal yang terbakar diduga milik Mafia Besar (Peyek) atau pengurus nya(Nizar).
Belum selesai dengan kebakaran pertama pada hari Senin pagi kini si jago merah kembali meluluhlantakan sumur minyak ilegal drilling milik cukong atau toke minyak diduga(peyek).
Pada kamis malam Jumat sekitar jam 20,30,wib yang melahap Sumur tambang minyak illegal area kobra satu Hindoli tgl (30,01,2025) kebakaran terulang lagi.
Sementara itu berdasar kan hasil investigasi tim di lapangan dan keterangan sumber yang dapat di percaya.
Guna untuk memastikan kebenaran nya kami coba menghubungi pihak Polsek keluang untuk mengkonfirmasi dan mendapatkan kan keterangan yang jelas.
Lalu kami coba hubungi IPTU Alvin Adam Armita Siaha’an S.T.R.K ke nomor WhatsApp milik nya, 0813- 6737-***
Yang mana saat dikonfirmasi Kapolsek keluang memberikan penjelasan atas hak jawabnya.
Assalamualaikum selamat pagi kando kando ku sahabatku pers Sumsel sekalian terimakasih kando informasi kebakaran nya anggota kita telah mendatangi tkp dan melaksanakan olah TKP dari hasil olah tkp dan penyelidikan di dapati Bahwa itu adalah milik tersangka nizar, yang mana tersangka nizar sedang menjalani proses hukum di sat reskrim polres musi Banyuasin jelas Kapolsek keluang, IPTU. Alvin Adam.
Menanggapi penjelasan dari Kapolsek keluang terkait kebakaran sumur minyak ilegal di Hindoli tanjung dalam kali ini, terkait tersangka (nizar) yang sudah menjalani proses hukum di sat Reskrim polres muba, lantas di mana bagaimana dengan diduga saudara (Peyek ????).

Yang sampai saat ini diduga masih bebas berkeliaran, dan kenapa sumur minyak yang telah berulangkali terbakar tidak di pasang peringatan polis line/garis polisi.
Karna kita semua tau Pengeboran minyak ilegal drilling ini suda jelas jelas melanggar Pasal 52 KUHP dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Pasal tersebut mengatur bahwa eksplorasi atau eksploitasi minyak dan gas bumi harus dilakukan dengan adanya Kontrak Kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.
Namun Aktivitas pengeboran yang di lakukan oleh oknum Mafia ilegal drilling (Peyek)tersebut.
Beroperasi tanpa kontrak kerjasama ataupun izin resmi sehingga menentang peraturan Peraturan menteri (ESDM) dan UU migas”
Perlu diketahui dampak negatif pengeboran sumur minyak illegal ini sangat buruk terutama menimbulkan kerugian terhadap negara, dan keselamatan masyarakat, sehingga sudah seringkali memakan korban jiwa jika terjadi Kebakaran terhadap sumur minyak illegal tersebut.
Bukan hanya itu lingkungan sekitar turut tercemar sehingga terjadinya perubahan udara, polusi, dan penurunan kadar kesuburan tanah, akibat limbah Pengeboran minyak tersebut.
Maka dari itu harapankami masyarakat Musi Banyuasin.
Kepada Bapak jenderal Kapolri. Listyo Sigit Prabowo, Dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, SIK, M.H.
Dan Kapolres Musi Banyuasin AKBP Listiyono Dwi Nugroho SIK MH, selaku (APH)harus berani’ menindak tegas para Oknum-oknum pelaku mafia minyak seperti saudara (Peyek)ini.
Yang merasa kebal hukum, maupun oknum yang membekingi nya.
Tim sumsel