Ogan Ilir//medialensasumatera.com
Perumahan hikmah jaya II. Diduga membangun rumah asal asalan, menurut sumber yang dapat di percaya.
Pembangunan rumah KPR Subsidi Hikmah Jaya II Yang berlokasi di jalan Bhakti guna desa’ Tanjung Seteko diduga di bangun asal asalan dan Diduga tidak sesuai, Standar operasional prosedur (SOP) Karna baru berapa bulan di bangun rumah tersebut suda banyak yang rusak dan dindingnya banyak yang pecah apa lagi pagar rumah tersebut suda terlihat banyak yang hancur,



Saat tim media ini berkunjung ke lokasi perumahan hikmah jaya II terlihat jelas dinding rumah suda banyak yang pecah Selasa 21/04/2026 Yang lalu,
Menurut sumber perumahan hikmah jaya II di Kelola oleh Developer, PT, OMG, (Opuchan Marven Gemilang)
Menurut masyarakat sekitar saat pengusuran lahan perumahan hikmah jaya II dahulu nya lokasi perumahan hikmah jaya II eks kebun sawit lalu oleh pihak PT,OMG seluruh sisa batang sawit di kubur kan/di timbun di bawah Tanah dan di atas tumpukan sampah’ batang sawit tersebut di bangun perumahan, jadi hal yang wajar kalau tanah di bawah bangunan bergerak sehingga dampak nya dinding rumah banyak yang pecah’ yang lebih miris nya lagi pihak developer, membangun rumah pondasi nya tidak pakai cakar ayam hanya batu Bata dan semen seadanya,
Lalu saat konsumen mengeluh pihak developer tidak bertanggung jawab alias cuma diam dan lebih parah nya lagi jalan masuk ke perumahan tersebut tidak bisa di lewati kendaraan jalan nya hancur saat di kompirmasi pengawas lapangang dari PT OMG bilang jalan mau di cor tapi sampai berita ini di rilis tidak ada berbaikan jalan utama perumahan hikmah jaya II tersebut,mala justru di arah kan oleh pengawas lapangan limin untuk lewat jalan dalam kebun karet warga,
Kami coba hubungi pihak pengelola developer perumahan hikmah jaya II namun sampai berita ini di terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak PT OMG, Kami akan mendesak pihak pihak terkait untuk mengevaluasi kinerja perusahaan tersebut kalau memang ada kesalahan segera di perbaiki atau kalau perlu cabun izin usaha developer yang tidak bertanggung jawab seperti ini.
Sumber mediainfonews.com












