Ogan lir//medialensasumatera.com
Sungguh sangat gila ,Diduga budaya pungutan liar (Pungli ) Dana Desa (DD) dan ADD ternyata sudah jadi tradisi Pada Dinas Permberdayaan masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Ogan Ilir (OI)Provinsi Sumatera – Selatan (Sumsel)
” Memang benar setiap kali pencairan Dana Desa (DD) selalu memberi Kabid PMD sebesar Rp 1 Juta atau melalu stafnya, RK sedang untuk Kepala Dinas melalui perantara,Sedangkan pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) Sama Rp 1 Juta langsung ke KL lain lagi bagian stafnya itu Rp 300 ribu ini sudah jadi tradisi gila benar seolah merupakan budaya Ujar salah satu Kepala Desa yang minta namanya di rahasiakan. di Kabupaten OI Kepada media ini.selasa (27/01/2026)
Hal senada di katakan Kepala Desa dari Kecamatan yang berbeda mengaku Kalau Pencairan DD untuk memberi Didinas DPMPD OI habis sekitar Rp 2 Juta lebih yaitu Kabid dan Kepala Dinas ,dan stafnya,
” Ya,apa yang diomongi kades yang itu benar semua adanya,saya juga begitu Cair ADD itu langsung ke KL padahal mereka tau tu Gaji Perangkat “akunya
Di tempat terpisah masih Kades di OI mengatakan jika tidak mengikuti keinginnan mereka maka akan di persulit,
“Aku juga sama memberi Didinas PMD setiap pencairan DD dan ADD,Kalau DD terkadang langsung ke Kabid terkadang juga mmelalui Stafnya akan tetapi ADD memberikan langsung ke KL”katanya
Di akui salah satu Ketua Forum Kades dirinya juga memeri ke dinas untuk besarannya sama ,
“Aku juga memberi Dinas DPMPD besarnya sama dengan kades yang lain ,ini eindo “tuturnya
Sementara itu Kepala DPMPD OI Ariyadi
Mengatakan sejak menjabat disini setiap urusan pencairan DD saya tidak pernah menyurih kades masuk keruangan saya,terkait kawan kawan akan di koordinasikan dulu ,
Terkait itu Kita ini manusia biasa seperti itu gambarannya,kita akan konfirmasi dulu dengan kawan seperti Kabid dan yang lain “katanya
Ketika di konfirmasi melalui Via telpon Whats App Bagian ADD KL mengungkapkan jika dirinya sedangan sakit saat ini berada di rumah Sakit.
“silahkan kamu tanya di staf bagian ADD ,saya sakit masih di Rumah sakit umum +ungkapnya
Begitu di konfirmasi Kabid PMD menuturkan Bahwa dirinya tidak pernah menghambat Kades dan tidak meminta uang saat pencairan,begitu juga stafnya RK,di konfirmasi hanya mengangguk
“Saya tidak pernah meminta uang kepada kades saat pencairan DD ,dan tidak pernah menghabat mereka”tutur ya
Sampai berita ini di terbitkan Bagian ADD Susi sedang rapat di tunggu media ini sampai Jam 17 .00 wib di kantor PMD belum sempat di konfirmasi .(Aprizal/Sandi/Gopar)
.










